Arsip untuk Mei 2, 2009

DESIGN FOR MANUFACTURING

Pendahuluan

Kebutuhan pelanggan dan spesifikasi produk berguna untuk pengarahan pada tahap konsep pengembangan produk, namun selama kegiatan pengembangan, tim sering mengalami kesulitan menghubungkan kebutuhan dan spesifikasi ke masalah-masalah desain khusus yang mereka hadapi. Untuk alasan ini, banyak tim melakukan desain untuk manufaktur, yang merupakan merupakan dasar yang penting karena secara langsung berhubungan dengan biaya produksi.

Biaya manufaktur adalah kunci yang menentukan keberhasilan ekonomi dari suatu produk. Dalam tahap yang  sederhana, keberhasilan ekonomi suatu produk tergantung pada profit margin yang diperoleh pada setiap penjualan produk dan jumlah unit produk yang dapat dijual perusahaan. Profit margin adalah selisih  antara harga jual produsen dan biaya pembuatan produk. Jumlah unit yang terjual dan harga jual akan banyak ditentukan oleh keseluruhan kualitas produk. Secara ekonomi keberhasilan suatu desain tergantung pada peningkatan berkualitas produk dengan  meminimalkan biaya produksi. DFM adalah salah satu metodologi untuk mencapai tujuan ini; DFM  yang efektif melakukan pengarahan ke biaya rendah manufaktur tanpa mengorbankan kualitas produk.

Definisi Industri Desain untuk Manufaktur

  • DFM berarti membuat desain produk yang berbasis manufaktur.
  • DFM berkaitan desain produk untuk semua aspek dari proses manufaktur  dalam rangka untuk mengoptimalkan kemampuan manufaktur dari desain awal.
  • DFM merupakan proses pengembangan produk yang melibatkan tim yang terdiri dari perwakilan dari manufaktur serta semua entitas fungsional lainnya dalam proses pengembangan produk.
  • DFM adalah proses desain produk yang mengoptimalkan penyesuaian dengan kemampuan manufaktur dari organisasi terkait.
  • DFM adalah komunikasi dan kolaborasi antara manufaktur dan desain untuk menghasilkan kualitas produk yang meminimalkan manufaktur hindrances.
  • DFM adalah penggunaan CAD, sistem dan peralatan komputer lainnya yang ahli untuk merancang dan mengembangkan produk yang relatif mudah untuk manufaktur.
  • DFM adalah proses untuk mengurangi waktu menuju pasar, meningkatkan kualitas, meningkatkan kinerja proses, peningkatan keuntungan, dan akhirnya untuk meningkatkan daya saing perusahaan manufaktur dengan mengatasi masalah pada konsep awal desain dan tahap prototipe desain produk dan proses pengembangan.
  • Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »

Value Engineering

Society Of American Value Engineer (SAVE) menyebutkan Value Engineering (VE) sebagai teknik aplikasi pendekatan untuk menidentifikasi fungsi suatu produk atau jasa dan untuk mengembangkan fungsi tersebut pada biaya rendah. Carlos Fallon mendefinisikan Value Engineering sebagai metode untuk meningkatkan nilai produk dengan meningkatkan hubungan antara fungsi produk dan biayanya.

Value Engineering diimplementasikan melalui proses rasional yang sistematis yang meliputi [David DeMarle, 1995]:

  1. Fungsi analisis untuk mendefinisikan keberadaan barang/komponen tersebut.
  2. Teknik kreatif dan spekulatif untuk membuat alternatif baru.
  3. Teknik pengukuran untuk evaluasi nilai sekarang dan konsep yang akan datang.

Tujuan dari Value Engineering adalah untuk mengukur nilai suatu produk (quality, performance, dan reliability), pada tingkat biaya yang dapat diterima dan untuk mengeliminasi aspek yang tidak menambah nilai produk [R. J. Park, 1998]. Nilai produk disini didefinisikan sebagai perbandingan antara kepentingan (Importance) atau keberatian (worth) produk dengan biaya (cost) produk tersebut.

Value Engineering secara umum dapat digunakan untuk [David DeMarle, 1995]:

  1. Menentukan bagian produk/proses yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.
  2. Mengembangkan metode pembentukan ide dan alternatif untuk solusi yang mungkin tentang suatu permasalahan.
  3. Mengembangkan evaluasi alternatif.
  4. Meningkatkan nilai produk/jasa.

Proses Value Engineering dibagi atas 7 fase utama yang berurutan tahapannya, yaitu:

  1. Tahap Informasi (Information Phase)
  2. Tahap Analisa (Analysis Phase)
  3. Tahap Kreatif (Creative Phase)
  4. Tahap Evaluasi (Evaluation Phase)
  5. Tahap Pengembangan (Development Phase)
  6. Tahap Presentasi (Presentation Phase)
  7. Tahap Implementasi (Implementation Phase)

Komentar (3) »

Home

Komentar (1) »

About My Blog’s

Ini, adalah blog pertama saya setelah sebelumnya satu-satunya blog saya telah dihapus oleh salah satu web penyedia layanan pembuatan blog. (hiks….)

Tapi tidak apa-apa, karena saya sudah membuat blog baru saya lewat salah satu web penyedia layanan pembuatan blog yang kata-kata orang [bukan kata saya red] sangat bisa diandalkan yakni www.wordpress.com

Besar harapan saya, blog saya kali ini dapat bermanfaat kepada siapa saja yang membutuhkan informasi dari dunia internet. Adapun ketentuan dari pemberian komentar pada blog saya ini “BEBAS TAPI SOPAN”. Setiap komentar yang baik menurut admin akan diberi “bonus”. ^_^

Komentar bertahan »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (2) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.